Bumimu, Bumiku, Bumi Kita

mimin MAJOUR STORIES1 Comment

Halo YEP!ers, gimana kabarnya? Semoga sehat selalu ya ^^.

Nah berhubung saat ini sedang Booming Earth Hour, untuk artikel YEP! voice kali ini saya ingin mengangkat isu t

entang Earth Hour ^^

YEP!ers pasti sudah pada tahu dong ya apa itu earth hour? Yap betul!. Earth hour adalah waktu dimana kita akan kita mematikan minimal 1 buah lampu selama satu jam, dan dilakukan secara besar-besaran pada

akhir bulan Maret.

Mungkin sudah tidak asing lagi ya ditelinga kita dengan isu-isu lingkungan, seperti pemanasan global, polusi lingkungan, krisis energi, dan semacamnya. Semua masalah tersebut paling banyak ditemukan di kota-kota besar, seperti Jakarta kita yang tercinta ini.

Bisa kita tarik kesimpulan bahwa penyebab semua permasalahan lingkungan diatas adalah karena penggunaan bahan bakar fosil, seperti kendaraan bermotor,pabrik, dan lain-lain. Karena hasil dari pembakaran fosil inilah yang menyebabkan suhu bumi menjadi semakin panas, atau yang biasa kita dengar adalah “pemanasan global”. Karbondioksida yang dihasilkan dari pambakaran fosil ini nantinya akan manahan panas matahari yang masuk kebumi, dan dibandingkan kondisi bumi seratus tahun lalu, saat ini suhu rata-rata permukaan bumi meningkat sebesar 0.750 C. Secara ekstrim, gejala peningkatan suhu permukaan bumi terjadi hanya dalam kurun waktu 50 tahun terakhir. Badan PBB, Intergovermental Panel on Climate Change (IPCC) meramalkan bahwa di tahun 2100 nanti, suhu rata-rata dunia cenderung akan meningkat sebesar 2.2o C –yakni dari 1.80 C menjadi 40 C. Bahkan melihat fenomena pemanasan global yang kini terjadi, skenario terburuk, di tahun 2100 permukaan suhu bumi dapat mencapai 6.40 C. Sebenarnya banyak hal lain yang menyebabkan pemanasaan global, seperti rusaknya lapisan ozon karena gas freon. Tetapi yang menjadi peyebab terbesar masalah pemanasan global ini adalah karena emisi gas karbon dioksida.

Sedangkan di Indonesia, menurut data dari PLN, semenjak tahun 1996 hingga 2007 karbondioksida yang dihasilkan di indonesia naik hingga 100% (yaitu sekitar 120 juta ton pertahunnya). Dan dapat dipastikan akan terus bertambah dari tahun ke tahun. Nah, apabila emisi karbon terus meningkat mungkin saja kenaikan suhu bumi akan lebih tinggi lagi (^^’).

Wah ternyata, banyak juga ya efek dari penggunaan secara berlabihan bahan bakar fosil ini. Untung saya jarang menggunakan kenadaraan bermotor (^^). Eits, tunggu dulu (^^”), tanpa disadari dalam aktivitas sehari-hari kita sudah membuat emisi gas loh. dalam penggunaan listrik dalam sehari-hari, seperti menyalakan lampu, televisi, komputer, dan alat elektronik lainnya juga menghasilkan emisi karbon. Karena supply listrik yang kita dapatkan juga berasal dari pembakaran bahan bakar fosil. Dan menurut data dari PLN (lagi), konsumsi listrik di Indonesia dari sejak tahun 1996 hingga sekarang naik hingga hampir 400%, yaitu sekitar 160.000 GWh. Dan otomatis juga akan menambah jumlah karbondioksida yang dilepas, dan menambah suhu bumi.

Lalu apa yang dapat kita lakukan?

Yah mungkin kita dapat mengurangi beban bumi ini dengan hal-hal yang simpel, seperti mengurangi penggunaan kendaraan bermotor dengan menggunakan transportasi umum, menanam pohon disekitar lingkungan kita dan jugaaa dengan mengurangi penggunaan konsumsi listrik kita. Untuk itulah event Earth hour ini dibuat. Agar masyarakat bumi, khususnya Indonesia dapat menghemat penggunaan listrik dan mengurangi emisi karbon yang dihasilkan. Mungkin mematikan 1 buah lampu selama satu jam hanyalah sebuah simbol dari perubahan gaya hidup kita kedepannya, agar lebih hemat energi listrik (^^).

Berdasarkan data Earth Hour tahun 2009 di Jakarta telah menghemat sebesar 300 Megawatt, yang berarti telah menyalakan 900 desa dan menyelamatkan 284 pohon juga mengistirahatkan 1 buah pembangkit listrik. 1 jam Earth hour dijakarta juga telah menghemat pengeluaran negara sebesar 200 juta rupiah dan mengurangi emisi karbon sebanyak 284 ton dan memberikan oksigen kepada 284 orang. Semua ini didapat hanya dengan partisipasi dari 10% warga Jakarta. Nah bisa dibayangkan dong ya kalau seluruh warga jakarta ikut berpartisipasi, apalagi seluruh warga indonesia yang ikut event ini. Mungkin akan lebih banyak lagi energi listrik yang dihemat, lebih banyak lagi desa yang diterangi, lebih banyak lagi pengurangan emisi karbon, lebih banyak lagi penghematan yang dilakukan negara,lebih banyak lagi okesigen yang dihasilkan, lebih banyak lagi pohon yang diselamatkan, dan lebih hijau dan indah lagi bumi kita tercinta.

5251 kota di dunia telah ikut berpartisipasi dalam earth hour. Dan lebih dari 50 juta orang di seluruh dunia telah ikut berpartisipasi. Mungkin kita tidak perlu menanam 1.000.000 pohon atau membuat mesin canggih atau menemukan bahan bakar air untuk mengatasi emisi karbon. Cukup mematikan 1 buah lampu selama 1 jam. Yah, mungkin tidak banyak berarti bila hanya 1 orang yang mematikan lampu selama 1 jam, namun apabila penduduk 1 kota atau bahkan 1 negara yang melakukannya tentu akan sangat berarti untuk bumimu, bumiku, bumi kita ^^.

Writer: Ihsan Aviangga Putra (Project Team Member of YEP!)

One Comment on ““Bumimu, Bumiku, Bumi Kita”

  1. vania

    Inspired :)
    Semoga efek dr EARTH HOUR ini longterm ya, gak hanya pas tanggal 31 aja kita bsa menghemat listrik. Nice one, Ihsan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *