Smart Problem Solvers

mimin MAJOUR STORIESLeave a Comment

Sekolah minim fasilitas, banyak anak jalanan, gizi buruk, dan ribuan permasalahan lainnya sedang menunggu untuk diratapi diselesaikan. Yuk, youth, Act to solve! Eh, tapi sering kita salah menentukan langkah per

tama untuk beraksi. Sudah semangat 45, dampaknya cuma keliatan satu hari, yah besok masalahnya muncul lagi, ada yang pernah mengalami?

Kegiatan seperti apa ya yang  mau kita buat? apa ya masalah yang mau kita selesaikan?

Itu dua pertanyaan yang berbeda loh, youth! Kalo kamu pakai pertanyaan pertama, kamu langsung bilang “Yuk bikin kegiatan seminar sungai bersih, atau yuk ajak ribuan orang bersihin sungai”  Kalau pertanyaan kedua, kamu akan lebih fokus ke permasalahan apa yang ingin diselesaikan “Mengapa sungai kita kotor?” Kamu membidik dengan tepat sasaran penyebab masalah yang ingin kamu selesaikan. Kita menghilangkan penyebab, bukan menghilangkan masalah.

Ibarat ada nyamuk di kamarmu, kamu mau langsung semprot pakai pembasmi nyamuk itu, atau ngecek jendela kamar yang kebuka, sampah yang bertumpuk, tempat-tempat penampungan air, dan sumber lain yang bisa menyebabkan nyamuk datang ke kamarmu?

Kita langsung coba main-main dengan masalah aja yuk.

Kali ciliwung kotor. Facebook dan twitter, menjadi salah satu senjata andalan anak muda untuk berkampanye peduli kali ciliwung. Jika #SaveCiliwung menjadi trending topic, dan 43.49 juta pengguna facebook di Indonesia mengupdate status itu, apakah besok dan seterusnya mereka akan

memungut sampah di ciliwung? Apakah ibu-ibu yang tinggal di sepanjang kali menggunakan facebook dan twitter dan bisa mengikuti update status kalian lalu tidak akan membuang sampah di ciliwung lagi? Words doesn’t solve the problem, Words just make them realize that there is a problem. So, Act!

 

 “BOGOR (Pos Kota) – Kerja bhakti ratusan warga Kota Bogor yang tergabung dalam Komunitas Peduli Ciliwung (KPC), Bogor, memungut sampah di sungai Ciliwung Sabtu (30/10) pagi. Kerja bhakti sepanjang 20 kilometer ini diawali dari bendungan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur hingga Kedung Halang, Kecamatan Bogor Utara

…’setiap kelurahan pesertanya minimal 50 orang, yang menang dalam kompetisi itu peserta yang mengambil sampah paling banyak yang terkumpul didalam karungnya’ …’

Itu contoh Action, Apakah sekarang sampahnya habis setelah ada kegiatan tersebut? Tidak. Kali ciliwung tetap kotor dengan jumlah sampah yang terus bertambah setiap harinya. Salahkah apa yang mereka lakukan? Tidak salah, hanya belum tepat sasaran. Act smart!!! Find the right problem to be solved!

Ada yang pernah dengar issue tree? Ini salah satu tools yang digunakan untuk menemukan akar masalah. Ini materi yang simple, kamu bisa cari di google, tapi sebenarnya pelaksanaannya tidak mudah. McKinsey, perusahaan konsultan terbesar di dunia, menggunakan pola pikir seperti issue tree ini sebelum mereka menyelesaikan masalah di perusahaaan kliennya.

70.000 ton sampah masuk ke kali ciliwung kotor per tahun. Apakah masalah yang mau kita selesaikan adalah sampah? Jika kita adakan kegiatan membersihkan kali, apakah besok kalinya tetap bersih? Tidak kan, nah, berarti masalah sebenarnya bukan sampah.

Mengapa ada sampah di kali ciliwung? Karena warga yang membuang sampah sembarangan? Nah, berarti masalahnya ada di warga. Apakah kita harus memberikan penyuluhan untuk tidak membuang sampah sembarangan ? Ups.. tunggu dulu, jangan terburu-buru membuat solusi ya. Untuk menjadi problem solver, kamu harus dekat dengan masalahnya.

Sorotan masalah “warga” ini kita persempit lagi. Kenapa warga membuang sampah? Dugaan sementara:

  1. Karena sampah tidak punya nilai ekonomis lagi
  2. udah biasa kok buang sampah di sungai
  3. tidak ada tempat penampungan sampah yang memadai

Kenapa sampah dibuang? Ya karena tidak punya nilai lagi, sesuatu yang masih bernilai ekonomi tentu tidak akan dibuang, kan? Survey lagi, tipe sampah apa yang mereka buang? Bisakah di daur ulang? Jika bisa, buatkan kegiatan yang menambah nilai ekonomi dari si sampah itu, agar masyarakat jadi enggan membuang sampahnya. Prinsipnya, tidak ada orang yang mau membuang uang.

Wah, ternyata sampahnya memang tidak bisa di daur ulang lagi, kok. Memang harus dibuang. Nah, lihat dugaan kedua, kenapa masyarakat “terbiasa” membuang sampah sembarangan? Apakah karena tidak ada tempat penampungan sampah? Jika ya, buatkan tempat penampungan sampah.

Wah, ternyata udah ada kok tempat penampungannya, memang masyarakatnya saja yang sering sembarangan buang sampah. Nah, kamu bisa bikin kegiatan-kegiatan unik yang bisa memancing warga untuk membuang sampah di tempatnya.

Kita semakin dekat dengan solusi dari kali ciliwung tadi, youth! Ternyata, solusi kali ciliwung itu bisa jauh dari ciliwung. Kamu bisa membuat kegiatan untuk mendaur ulang sampah atau membuat kegiatan unik untuk memancing masyarakat cinta membuang sampah di tempatnya, seperti di China, ada mesin pembuangan sampah yang bisa memberikan uang kepada orang yang memuang sampah di mesin tersebut.

Be out of the box!

Satu lagi nih, sudut pandang yang berbeda dalam melihat masalah. Ketika kita memikirkan apa solusi untuk sampah, ada orang yang berfikir unik: Kalau tidak ada “sampah”, tidak akan ada “buang sampah” kan? bagaimana caranya mengurangi sampah? Mungkin bisa Kita ajak masyarakat untuk mulai mengurangi kantong plastik, misalnya, kalau ibu-ibu ke pasar, bawa dari rumah tas belanjanya, jadi tidak butuh banyak kantong plastik; kalo anaknya mau beli bakso di ujung jalan, minta anaknya bawa mangkok dari rumah, agar baksonya tidak perlu dibungkus, bawa tempat air minum dari rumah sehingga tidak perlu membeli air minum berkemasan, dan langkah-langkah sederhana lainnya.

Bagaimana cara memulainya? Kamu pasti udah sering denger ini deh Start Small, start now, start from your self, Start being Smart! Hayo terapkan! Ketika sudah banyak yang mengikuti langkah kecilmu, barulah kamu sadar bahwa itu terlalu besar untuk tidak dilakukan.

Give it a try! Be a smart problem solver!!

Writer: Juwairiyyah (Fundraising Team Member of YEP!)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *